min 1 Health: BETULKAH MINUM 8 GELAS AIR HANYA OMONG KOSONG ALIAS (OMDO)..??? | اَهْــــلاً وَ سَــــهْــلاً اَيُّــــهَا الْإِخْـــــوَى فِى اللهِ
Headlines News :
Home » » Health: BETULKAH MINUM 8 GELAS AIR HANYA OMONG KOSONG ALIAS (OMDO)..???

Health: BETULKAH MINUM 8 GELAS AIR HANYA OMONG KOSONG ALIAS (OMDO)..???

Written By Azdyana Ansud on Jumat, 28 Februari 2014 | 21.54.00

Omong Kosong Minum 8 Gelas Air, sebuah kebohongan dalam kampanye kesehatan. KARENA dinilai tak memiliki bukti medis akurat, anjuran utk minum 8 gelas air putih per harinya pun disebut sebagai sebuah 'omong kosong', menurut sebuah artikel di British Medical Journal, Rabu (13/7). Dr Margaret McCartney mengatakan tak ada bukti kuat adanya manfaat kesehatan dari minum air putih dlm kadar banyak.
Sebelumnya, National Health Service (NHS) memberi anjuran, "Cobalah utk minum sekitar 6-8 delapan gelas air (atau cairan lainnya) setiap hari utk mencegah dehidrasi." Karena itu, siswa-siswi sekolah pun diminta utk membawa sebotol air putih ke sekolah. Namun, Dr McCartney mengatakan tak ada bukti kuat utk mendukung anjuran tersebut. "Itu hanyalah omong kosong," katanya. Dia mengatakan bahwa laporan yg menyatakan bahwa minum lebih banyak air dapat meningkatkan konsentrasi dan kemampuan mental anak-anak belum dapat dikonfirmasi oleh penelitian medis.
Dia juga menunjukkan bahwa anjuran tersebut ditengarai merupakan bentuk promosi oleh perusahaan air kemasan. Contohnya saja, Danone yg memproduksi produk air kemasan Volvic dan Evian merekomendasikan 1,5 sampai 2 liter air sehari sebagai saran sederhana dan sehat dlm mencegah dehidrasi. Perusahaan itu juga mengklaim bahwa dehidrasi ringan memiliki peran penting dlm pengembangan berbagai penyakit.
Dr McCartney pun menyatakan meskipun penyembuhan beberapa penyakit bisa terbantu dengan minum lebih banyak air seperti orang dengan batu ginjal, tak ada bukti bukti lain air putih mencegah penyakit. Ia pun menyimpulkan, "Ada banyak pihak yg memiliki kepentingan pribadi sehingga memberi tahu dokter dan pasien apa yg harus dilakukan. Kita tak harus serta-merta mengiyakannya." (E-Jurnal)
Share this post :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

Printfriendly