min 1 Membandingkan kegiatan masyarakat Pada Masa Penjajahan Belanda dan Jepang dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan Siswa Kelas 5 Tema 2 | اَهْــــلاً وَ سَــــهْــلاً اَيُّــــهَا الْإِخْـــــوَى فِى اللهِ
Headlines News :
Home » , » Membandingkan kegiatan masyarakat Pada Masa Penjajahan Belanda dan Jepang dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan Siswa Kelas 5 Tema 2

Membandingkan kegiatan masyarakat Pada Masa Penjajahan Belanda dan Jepang dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan Siswa Kelas 5 Tema 2

Written By Azdyana Ansud on Kamis, 29 Oktober 2015 | 09.01.00



Baca Dengan Cermat dan Teliti..!!

Kehidupan Masyarakat Masa Penjajahan Belanda dan Jepang

 
Bangsa kita pernah dijajah oleh bangsa lain, diantaranya adalah Bangsa Belanda dan Bangsa Jepang. Bangsa Belanda datang ke Indonesia karena tertarik dengan hasil rempah-rempahnya. Sementara Jepang datang ke Indonesia karena berhasil mengalahkan sekutu dalam Perang Pasifik, Indonesia yang saat itu masih jajahan belanda otomatis berubah menjadi jajahan Jepang. Belanda menjajah Indonesia sekitar 350 tahun sedangkan Jepang sekitar 3,5 tahun. Namun baik penjajahan Belanda maupun Jepang mengakibatkan penderitaan yang berkepanjangan bagi masyarakat Indonesia.

Pada tahun 1595, dengan armada yang terdiri atas empat kapal dagang berangkat ke Indonesia di bawah pimpinan Cornelis de houtman. Belanda melaksanakan politik memecah belah( devide et impera ) dan adu domba antar keluarga dalam satu kerajaan. Akhirnya satu persatu kerajaan-kerajaan di Indonesia jatuh dalam kekuasaan VOC. Bangsa Indonesia mengalami menderita kerugian yang besar karena belanda melaksanakan sistem monopoli di tempat-tempat yang dikuasainya.
Tarakan merupakan daerah pertama di Nusantara yang diserbu bala tentara Jepang. Serangan tersebut dilakukan pada dini hari pada tanggal 11 Januari 1942. Jepang mengerahkan sekitar 20 ribu pasukan Kure yang mendarat di pantai timur Tarakan yang terbagi dalam dua kelompok. Tanggal 1 Maret 1942, tentara Jepang berhasil mendaratkan pasukannya di pulau Jawa di tiga tempat sekaligus, yaitu teluk Banten, Eretan Wetan (Jawa Barat), dan Kranggan (Jawa Tengah). Sejak membentuk pemerintahan militernya, Jepang membuat banyak sekali perubahan dalam bidang pemerintahan. Perubahan tersebut terjadi di tingkat atas maupun di tingkat bawah. 
Kehidupan masyarakat Indonesia selama masa penjajahan Belanda dan Jepang antara lain dalam bidang ekonomi, yaitu bagaimana mereka mencari nafkah. Di bidang pendidikan, tentang bagaimana mereka memperoleh pendidikan. Dan, dari bidang sosial budaya, tentang perubahan apa saja yang terjadi pada masyarakat di dua masa penjajahan yang berbeda, yaitu masa penjajahan Belanda dan masa penjajahan Jepang. Berikut ini beberapa keadaan masyarakat Indonesia masa penjajahan Belanda dan Jepang.

Untuk MENDOWNLOAD file ini Klik Link Unduhan di bawah ini:

File Tentang Perbandingan Masa Penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia


Mayoritas pekerjaan masyarakat Masa Penjajahan Belanda
  • Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani
  • Sebagian kecil sebagai pedagang
  • Sebagian kecil pegawai pemerintahan
Mayoritas pekerjaan masyarakat Masa Penjajahan Jepang
  • Kegiatan ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang maka banyak rakyat Indonesia yang dijadikan Romusha/kerja paksa
  • Sektor pertanian merupakan fokus utama Jepang sebagai penyokong perekonomian dan pemasok  amunisi persenjataan perang. Melalui berbagai bentuk propaganda dan pemaksaan Jepang mewajibkan para petani menanam komoditas yang dibutuhkan Jepang.
  • Sebagian besar sebagai petani
  • Sebagian menjadi tentara Jepang
  • Ada juga yag ikut kerja paksa
Pendidikan dalam masyarakat Masa Penjajahan Belanda
  • Di zaman pemerintahan Hindia-Belanda ini, terdapat tiga jenis tingkatan pendidikan, yaitu pendidikan rendah, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan lebih dikhususkan pada anak-anak golongan priyayi.
  • Sistem pendidikan pada jaman penjajahan Belanda khususnya sistem persekolahan didasarkan kepada golongan penduduk menurut keturunan atau lapisan (kelas) sosial yang ada dan menurut golongan kebangsaan yang berlaku. 
  • Sebagian besar tidak sekolah
  • Sebagian lagi sekolah di sekolah pribumi, pesantren atau sekolah belanda
Pendidikan dalam masyarakat Masa Penjajahan Jepang
  • Berbagai jenis sekolah rendah yang diselenggarakan pada zaman pemerintahan Belanda dihapuskan, sehingga hanya ada satu sekolah rendah , yaitu Sekolah Rakyat 6 tahun ( Kokimin Gakkoo ).
  • Sekolah-sekolah desa diganti namanya menjadi sekolah pertama. Sekolah Rakyat 6 tahun, Sekolah Menengah 3 tahun , dan Sekolah Menengah Tinggi 3 tahun.
  • Bahasa indonesia dijadikan bahasa resmi dan bahasa pengantar bagi semua jenis Sekolah . bahasa jepang dijadikan mata pelajaran wajib dan adat kebiasaan Jepang harus ditaati
  • Sebagian besar tidak sekolah
  • Sebagian sekolah di sekolah Jepang
Kehidupan sosial masyarakat Masa Penjajahan Belanda
  • Sebelum datangnya belanda terdiri atas golongan bangsawan (kelas atas), golongan birokrat pemerintah(kelas menengah) dan golongan rakyat jelata (kelas bawah). Setelah datangnya belanda ke indonesia, bangsa belanda, dengan kekuasaanya mengambil alih kedudukan kaum bangsawan sebagai golongan kelas atas dalam struktur masyarakat indonesia sat itu. pada lapisan di bawahnya trdapat golongan bangsawan dan birokrat pemerintah yg memiliki hak hak istimewa untuk memegang kekuasaan pemeintah. lapisan trakhir dalam tigkatan sosial ini yaitu kebanyakan yg berkerja sebgai petani kecil, buruh angkut, kuli kontrak, dan pekerjaan pekerjaan kasar lainnya.
  • Sebagai bangsa terjajah, kehidupan sosial sangat memprihatinkan. Banyak orang kekurangan secara ekonomi. Selain itu pemerintahan dikuasai pihak penjajah. Sehingga bangsa Indonesia tidak bisa menentukan nasibnya sendiri.


Kehidupan sosial masyarakat Masa Penjajahan Jepang

  • Selama masa pendudukan Jepang di Indonesia, seperti berlangsungnya proses Indonesianisasi dalam banyak hal, di antaranya bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi, nama-nama di- indonesiakan, kedudukan seperti pegawai tinggi sudah dapat dijabat oleh orang-orang Indonesia dan sebagainya.
  • Kehidupan sosial sangat memprihatinkan, sering terjadi kelaparan. Selain itu banyak warga yang dijadikan romusha oleh Jepang. Semua kegiatan masyarakat dikendalikan oleh Jepang. Sehingga masyarakat tidak bisa bebas melakukan aktifitas sehari-hari.
Share this post :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

Printfriendly