min 1 Pengertian Kepercayaan Diri, Proses Terbentuknya dan Perkembangan Kepercayaan Diri | اَهْــــلاً وَ سَــــهْــلاً اَيُّــــهَا الْإِخْـــــوَى فِى اللهِ
Headlines News :
Home » , » Pengertian Kepercayaan Diri, Proses Terbentuknya dan Perkembangan Kepercayaan Diri

Pengertian Kepercayaan Diri, Proses Terbentuknya dan Perkembangan Kepercayaan Diri

Written By Azdyana Ansud on Selasa, 11 Maret 2014 | 21.18.00

PENGERTIAN KEPERCAYAAN DIRI

Pengertian Kepercayaan diri adalah salah satu aspek kepribadian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Orang yang percaya diri yakin atas kemampuan mereka sendiri serta memiliki pengharapan yang realistis, bahkan ketika harapan mereka tidak terwujud, mereka tetap berpikir positif dan dapat menerimanya. Kepercayaan diri adalah bagian dari alam bawah sadar dan tidak terpengaruh oleh argumentasi rasional. Ia hanya terpengaruh oleh hal-hal yang bersifat emosional dan perasaan. Maka untuk membangun percaya diri diperlukan suatu hal yang sama yaitu: emosi, perasaan, dan imajinasi. Emosi, perasaan, dan imajinasi yang positif akan meningkatkan rasa percaya diri. Sebaliknya emosi, perasaan, dan imajinasi yang negatif akan menurunkan rasa percaya diri.
Thantaway dalam kamus bimbingan dan konseling (2005) mengatakan percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang member keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Orang yang tidak percaya diri memiliki konsep diri negatif serta kurang percaya pada kemampuannya sehingga ia sering menutup diri.
Surya (2007) mengatakan bahwa kepercayaan diri adalah suatu keyakinan bahwasanya akan berhasil dan mempunyai kemauan yang keras didalam berusaha serta menyadari dan mencari nilai lebih atas potensi yang dimilikinya tanpa harus mendengarkan suara-suara sumbang yang dapat melemahkan dirinya sehingga nantinya dapat membuat perencanaan dengan matang. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hakim (2002) bahwa kepercayaan diri dapat diartikan sebagai suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kebutuhan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai berbagai tujuan dalam hidupnya.
Kepercayaan diri merupakan kemauan untuk mencoba sesuatu yang paling menakutkan bagi individu, dan individu tersebut yakin akan mampu mengelola apapun yang timbul sesuai yang diharapkan. Kepercayaan diri itu sendiri adalah kepercayaan yang berasal dari orang lain yang sangat bermanfaat bagi perkembangan kepribadian individu tersebut. Seseorang yang mendapat kepercayaan dari orang lain merasa dirinya dihargai, dihormati, dan merasa dirinya bertingkah laku secara bertanggung jawab.
Sejalan dengan itu Angelis (2003) mengatakan bahwa kepercayaan diri adalah keyakinan akan diri sendiri, berarti tidak meragukan kemampuan dan mengetahui apa yang akan dilakukan, berani memulai sesuatu, selalu membayangkan bahwa dirinya mampu mencapai hasil yang memadai serta kemampuan untuk mengambil keputusan melalui permasalahan yang dikonsultasikan. Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya.
Kepercayaan diri merupakan paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam menghadapi tugas atau pekerjaan (Soesarsono Wijandi, 1988). Dalam praktek, sikap dan kepercayaan diri ini merupakan sikap dan keyakinan untuk memulai, melakukan, dan menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang dihadapi. Oleh sebab itu, kepercayaan diri memiliki nilai keyakinan, optimisme, individualitas, dan ketidaktergantungan. Seseorang yang memiliki kepercayaan diri cenderung memiliki keyakinan akan kemampuan untuk mencapai keberhasilan (Zimmerer, 1996).
Kepercayaan diri bersifat internal, sangat relatif, dan dinamis, dan banyak ditentukan oleh kemampuan untuk memulai, melaksanakan, dan menyelesaikan suatu pekerjaan. Orang yang percaya diri memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sistematis, terencana, efektif, dan efisien. Kepercayaan diri juga selalu ditunjukan oleh ketenangan, ketekunan, kegairahan, dan kemantapan dalam melakukan pekerjaan. Dengan memiliki kepercayaan diri, seseorang merasa dirinya berharga dan mempunyai kemampuan menjalani kehidupan, mempertimbangkan berbagai pilihan dan mampu membuat keputusan sendiri. Selanjutnya ditegaskan bahwa orang yang mempunyai kepercayaan diri dapat menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan tahap perkembangannya dengan baik atau setidaknya memiliki kemampuan untuk belajar cara-cara menyelesaikan tugas tersebut. Orang yang percaya diri mempunyai keberanian dan kemampuan untuk meningkatkan prestasinya sendiri.

PROSES TERBENTUKNYA RASA PERCAYA DIRI

Proses Terbentuknya Rasa Percaya Diri merupakan sebuab proses psikologis. Dalam perjalanan hidupnya manusia harus mengalami proses belajar. Sikap dan perasaan seseorang juga mengalami perkembangan sejalan dengan proses belajar yang dialami. Demikian juga halnya dengan rasa percayaan din pada seseorang bukanlah suatu sifat turunan yang langsung dimiliki tanpa adanya proses belajar.
Ketika masa kanak-kanak rasa percaya diri terbentuk dengan adanya sikap penerimaan, penghargaan, dan kasih sayang dan keluarga. Namun tidak berhenti sampai disitu saja, karena anak anak mengalami masa remaja, dewasa dan seterusnya. Pada setiap masa ini lingkungan dan masalah yang dihadapi juga benibah dan memberi andil bagi perkembangan kepribadian seseorang. Bagaimana lingkungan memperlakukannya dan bagaimana cara dia mengatasi masalah menjadi suatu acuan dalam menilai dm sendin sebagai orang yang mampu atau tidak.
Sebagaimana yang dikatakan Lauster (1999) rasa percaya diri dapat dibentuk lewat pendidikan dan pengalaman. Garry dan Thomas (dalam Wirawan dan Kumara, 1991) lebih spesifik mengutarakan pengamh kemampuan dalam mengatasi suatu masalah terhadap rasa percayaan diri seseorang. Dikatakan bahwa hubungan antara kemampuan dan rasa percaya diri seperti suatu spiral bagi pertumbuhan kepnbadian seseorang keduanya harus harus ada. Selanjutnya rasa percayaan din akan mendorong suatu usaha untuk menguasai suatu kemampuan baru dalam meraih prestasi.
Rasa percayaan diri akan membuat seseorang mudah menyesuaikan dengan lingkungan baru, memiliki pegangan hidup yang kuat dan mampu menyumbangkan potensinya. la juga mampu belajar dan bekerja keras untuk mencapai kemajuan dan penuh keyakinan terhadap peran yang dijalaninya. Bahkan menurut Byrne (1991) kepercayaan diri merupakan prediktor terbaik bagi keberhasilan seseorang.
Penjelasan di atas secara ringkas dapat disimpulkan bahwa terbentuknya kepercayaan diri dipengaruhi oleh:
Pengenalan fisik
Bagaimana seseiorang menilai dan menerima fisiknya. Penolakan terhadap fisik yang dimiliki akan menimbulkan kekecewaan dan rasa rendah diri.
Pengenalan akan konsep diri
Pengertian mengenai siapa dan bagaimana dinnya menipakan landasan terbentuknya rasa percaya din. Perasaan bahwa dirinya berharga dan memiliki kemampuan mengatasi permasalahan yang ada akan mengarahkan untuk peningkatan rasa percaya diri.
Penerimaan atau perlakuan lingkungan
Keluarga lingkungan sosial pertama dan yang paling berpengaruh dalam pembentukan kepercayaan diri seseorang. Interaksi dengan lingkungan sosial yang lebih luas juga turut membentuk kepercayaan diri.

PERKEMBANGAN KEPERCAYAAN DIRI

Buss dalam kumara (2001) menyatakan bahwa perkembangan kepercayaan diri diawali dengan pengenalan diri secara fisik, bagaimana seseorang menilai dirinya, menerima atau menolaknya. Selanjutnya menimbulkan rasa puas atau sebaliknya rasa rendah diri dan hal ini akan mempengaruhi perkembangan mental seseorang. Perkembangan konsep diri dan harga diri yang sehat akan berpengaruh positif terhadap perkembangan kepercayaan diri.
Untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang proporsional maka individu harus memulainya dari dalam diri sendiri. Hal ini sangat penting mengingat bahwa hanya individu yang bersangkutan yang dapat mengatasi rasa kurang percaya diri yang dialaminya. Secara garis besar menurut Hakim (2002) terbentuknya rasa percaya diri yang kuat melalui proses berikut:
  1. Terbentuknya kepribadian yang baik sesuai dengan proses perkembangan yang melahirkan kelebihan-kelebihan tertentu.
  2. Pemahaman seseorang terhadap kelebihan-kelebihan yang dimilikinya dan melahirkan keyakinan kuat untuk bisa berbuat segala sesuatu dengan memanfaatkan kelebihan-kelebihannya.
  3. Pemahaman dan reaksi positif seseorang terhadap kelemahan-kelemahan yang dimilikinya agar tidak menimbulkan rasa rendah diri atau sulit menyesuaikan diri.
  4. Pengalaman dalam menjalani aspek kehidupan dengan menggunakan kelebihan yang ada pada dirinya. (e-Jurnal)
Share this post :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

Printfriendly